PENGEMBANGAN MEDIA DALAM BIDANG BELAJAR BIMBINGAN DAN KONSELING
KARTINI BAHRUM
1686201006
BIMBINGAN KONSELING A1
KAMPUS STKIP MUHAMMADIYAH PALOPO
PENGEMBAGAN MEDIA DALAM BIDANG BELAJAR BIMBINGAN KONSELING
A.
PENGERTIAN
1.
Pengertian Media
Media
adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai
tujuan. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antar
manusia, maka media yang paling dominasi dalam berkomunikasi adalah pancaindera
manusia seperti mata dan telinga. Pesan-pesan yang diterima selanjutnya oleh
pancaindera selanjutnya diproses oleh pikiran manusia untuk mengontrol dan
menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Begitu
pun dalam media pembelajaran, media yang digunakan sangat banyak.
mulai dari yang paling sederhana sampai pada media yang paling canggih. Oleh
karena itu, dengan penggunaan media dalam pembelajaran melalui layanan
bimbingan dan konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan
bimbingan dan konseling di Sekolah.
2. Pengertian
Bimbingan
Bimbingan
adalah proses pmberian bantuan kepada individu agar mampu memahami
diri dan lingkungannya. Istilah bantuan dalam bimbingan tidak
diartikan sebagai bantuan material (seperti uang, hadiah, sumbangan, dan
lain-lain), melainkan bantuan yang bersifat menunjang bagi pengembangan pribadi
bagi individu yang dibimbing.
3.
Pengertian
Konseling
Konseling
adalah terjemahan dan kata counseling, mempunyai makna sebagai
hubungan timbal balik antara dua orang individu, dimana yang seorang (konselor)
berusaha membantu yang lain (klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya
sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang
akan datang.
4.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
Suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli
agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu
mengembangkan potensi yang dimilikinya.
B. JENIS-JENIS
MEDIA
a. Media sederhana (simple media) yaitu media yang dapat
dibuat sendiri oleh guru dan biasanya tidak memerlukan arus listrik dalam
penyajiannya. Termasuk dalam media sederhana, yaitu gambar diam, grafis,
display, dan realita.
b. Media canggih (sophisticate media) yaitu media yang hanya dapat dibuat di pabrik dan
biasanya memerlukan listrik dalam penyajiannya. Termasuk dalam media canggih,
yaitu radio, tape, TV, CD, VCD, DVD, proyektor, komputer dan lain-lain.
Menurut Rudi Bretz (dalam Rahadi,
2003) mengidentifikasi jenis-jenis media berdasarkan tiga unsur pokok yaitu
suara, visual, dan gerak. Dari ketiga unsur tersebut Bretz
mengklasifikasikannya ke dalam tujuh kelompok, yaitu:
- Media audio
- Media cetak
- Media Visual diam
- Media visual gerak
- Media audio semi gerak
- Media semi gerak
- Media audio visual diam
- Media audio visual gerak
Jenis media yang mudah atau biasanya digunakan dalam proses pembelajaran
yaitu :
- Bahasa sebagai Media Pembelajaran
Pada awalna mengajar
dianggap sebagai proses penyampaian materi pelajaran dari seorang guru pada
sekolompok siswa. Dengan demikian dalam proses pembelajaran bahasa verbal
merupakan media utama yang digunakan guru. Biasanya bahasa verbal itu dilakukan
dengan menggunakan metode ceramah. Oleh sebab itu, dapat dipastikan mengajar
itu identic dengan ceramahnya guru. Artinya guru telah mengajar kalau ia telah
berceramah, dan guru dianggap tidak tidak mengajar manakala tidak bercermah.
Ciri penggunaan bahasa verbal sebagai
media pembelajaran :
a) Pembelajaran sepenuhnya
tergantung dan berpusat pada guru. Artinya kendali pembelajaran ada ada pada
guru
b) Materi pembelajaran
sepenuhnya tergantung pada panutan guru. Artinya merupakan sumber utama pembelajaran.
c) Pembelajaran merupakan
proses yang statis dan struktur. Artinya, guru dalam menerapkan langkah
pembelajaran cenderung menggunakan pola yang tetap tidak pernah berubah,
akibatnya mengajar dianggap sebagai tugas rutin tanpa dinamika.
2. Media sebagai Alat
Bantu Mengajar
Menyampaikan materi pembelajaran dengan hanya mengandalkan
bahasa verbal tidak selamanya berjalan dengan efektif. Maka perkembangan
selanjutnya media difungsikan sebagai alat bantu penyampaian pesan yang
kemudian dikenal dengan teaching aid. Ditemukannya mesin cetak yang
memungkinkan pesan atau informasi pembelajaran dapat disampaikan melalui
bahassa tulisan, menguatkan posisi media cetak untuk membantu guru dalam
pengelolaan dalam pembelajaran.
- Media sebagai alat praga
Kemajuan ilmu
pengetahuan khususnya pada bidang komunikasi, memengaruhi pula terhadap
pemahaman proses penyampaian informasi sebagai proses komunikasi. Artinya
mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan pesan, akan tetapi bagaimana pesan
itu dipahami secara benar oleh penerima pesan yakni peserta didik. Pada tahap
ini mengajar sebagai proses komunikasi tidak semata dipandang dari sudut guru
sebagai penyampai pesan, akan tetapi juga melihat sudut siswa. Dengan demikian
teaching aids tidak lagi hanya difungsikan untuk mempermudah menyampaikan
pesan, akan tetapi juga untuk membantu siswa memahami pesan yang disampaikan.
Inilah hakikat penggunaan alat praga.
- Audio Visual Aids sebagai Media
Perkembangan ilmu
pengetahuan yang semakin kompleks menuntut semakin luas pula informasi
yang harus disampaikan pada peserta didik. Dalam proses pengajaran guru
tidak lagi mengandalkan benda-benda yang hanya dapat dilihat saja akan tetapi
dilengkapi dengan audio sehingga dikenal dengan audio visual aids. Bebagai
macam alat yang dapat memvasisualisasikan sesuatu sekaligus memberikan
informasi atau pesan audio digunakan guru untuk meningkatkan retensi dan
motivasi belajar siswa seperti silde suara, film, dsb. Namun, walaupun
teknologi audio visual berkembang dengan pesat, dalam penggunaanya terbatas
sebagai alat bantu mengajar guru. Artinya kendali pembelajaran masih tetap
ditangan guru sabagai proses penyampaian materi pembelajaran.
Beberapa keuntungan penggunaan audio
visual aids dalam proses pembelajaran :
1. AVA dapat memberikan pengalaman
belajar yang tidak mungkin dapat dipelajari secara langsung. Misalnya untuk
mempelajari kehidupan didasar laut, siswa dapat belajar melalui film, sebab
tidak mungkin Siswa disuruh menyelam.
2. AVA memungkinkan belajar
lebih bervariatif sehingga dapat menambah motivasi dan gairah belajar.
3. Dalam batas tertentu AVA
dapat berfugsi sebagai sumber belajar, yang dapat dimanfaatkan siswa untuk
belajar secara mandiri tanpa sepenuhnya tergantung pada kehadiran guru.
5. Media sebagai Penyalur Pesan
Mengajar tidak hanya
berpikir tentang guru sebagai sumber pesan, akan tetapi juga berfikir tentang
siswa sebagai penerima pesan. Bahkan lebih jauh dari itu, suatu proses
komunikasi dikatakan efektif manakala pesan yang disampaikan dapat dipahami
oleh siswa sebgai penerima pesan. Teori komunikasi semacam itulah yang kemudian
menempatkan AVA tidak lagi hanya difungsikan sebagai alat bantu guru dalam
mengajar akan tetapi juga sabagai alat untuk menyalurkan pesan,agar pesan
dipahami secara optimal oleh penerima pesan.
Sebagaimana dituliskan
Deviarimarini pada situsnya Penerapan Teknologi Informasi, Gagne menyatakan
bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah
segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk
belajar. Definisi tersebut mengarhkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa
media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi
dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi.
Ada beberapa jenis media
dalam program BK yaitu :
a.
Media untuk menyampaikan informasi
b.
Media sebagai alat (pengumpul data dan penyimpan data)
c.
Media sebagai alat bantu dalam memberikan group information
d.
Media sebagai Biblioterapi
e.
Media sebagai alat menyampaikan laporan
Berikut merupakan
beberapa contoh media diantaranya adalah :
1. Media untuk menyampaikan
informasi Selebaran, leaflet, booklet, dan papan bimbingan.
2. Media sebagai alat
(pengumpul data dan penyimpanan data).
1. Media prngumpulan data
seperti: angket, pedoman, wawancara, lembaran observasi berupa anekdo record,
daftar cek, skala penilaian device, camera, tape, daftar cek masalah lembar
isian pilohan teman.
2. Media menyimpan data
seperti: kartu pribadi, buku pribadi, map, disket, folder, filing, cabinet,
almari, rak dll.
3. Media sebagai alat bantu
dalam memberikan group information.
4. Media auditif : radio,
tape
5. Media visual : gambar,
foto, transparansi, lukisan, dll
6. Media audio visual :
film yang ada suaranya
Media sebagai
Biblioterapi buku-buku majalah komik, misalnya cara betrnak ayam, cara cepat
membaca Al-Qur’an, cara mengatasi rendah diri, cara meningkatkan motivasi
belajar, dan beberapa buku yang berisi cara-caranya. Media sebagai alat
menyampaikan laporan berupa lapora kegiatan BK. Laporn bisa mingguan, bulanan,
semesteran dan tahunan.
Dengan demikian Media BK
dapat berperan didalam pelaksanna kegiatan program layanan bimbingan dan
konsling sebagai alat kegiatan konseling individ imaupun konseling kelompok.
Media bimbingan dan
konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi
layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan
bimbingan dan koseling harus melihat kepada tujuan. Penggunaannya dapat
memiliki nilai dalam pengoptimalkan layanan yang diberikan kepada siswa. Oleh
karaena itu, dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling
berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan dan konseling
C. Keunggulan
Media pembelajaran film
dan video memiliki keunggulan tersendiri yang sangat luar biasa. Kemampuan
untuk menampilkan objek yang bergerak membuat film dan video memiliki fitur
unik tersendiri yang tidak dimiliki media pembelajaran lainnya. Konsep cerita
atau storyboard mampu dikemas melalui media pembelajaran film dan video yang
juga menjadi pokok utama media pembelajaran ini. Materi yang panjang dan sulit
disampaikan secara lisan dapat di sajikan dalam bentuk film dan video yang
lebih mudah untuk dimengerti peserta didik.
Film dan video merupakan
salah satu bentuk dari jenis media pembelajaran multimedia. Media pembelajaran
multimedia mampu menggabungkan beberapa komponen yaitu gambar, suara atau
audio, dan video secara bersamaan. Pengembangan film dan video sebagai media
pembelajaran mengikuti metode pengembangan media pembelajaran multimedia, salah
satu metode pengembangan media pembelajaran multimedia yaitu Multimedia
Development Life Cycle (MDLC). Dengan mengembangkan film dan video yang akan
digunakan dalam media pembelajaran dengan metode tersebut, maka keuntungan atau
keunggulan media pembelajaran film dan video dapat dimanfaatkan secara maksimal
dalam pembelajaran.
D. Kelemahan
Ini menjadikan media
pembelajaran film dan video tidak selalu dapat diterapkan pada setiap materi
pembelajaran. Apalagi jika kelemahan ini tidak dapat disikapi dengan baik, maka
penggunaan media pembelajaran film dan video justru dapat menghambat proses
pembelajaran yang berlangsung. Akibat fatalnya pembelajaran gagal dilaksanakan
dan tujuan pembelajaran sulit untuk dicapai.
E. Peran
Media
Peran media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan pengirim kepada penerima, sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan minat siswa yang menjurus ke arah terjadinya proses
belajar. Peranan Media dalam proses belajar mengajar menurut Gerlac dan Ely
(1971:285) ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki media
pengajaran yaitu :
- Media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian.
- Media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan, dan
- Media mempunyai kemampuan utuk menampilkan sesuatu objek atau kejadian yang mengandung makna.
Begitu juga, Ibrahim (1982:12)
mengemukakan fungsi atau peranan media dalam proses belajar mengajar antara
lain :
- Dapat menghindari terjadinya verbalisme,
- Membangkitkan minat atau motivasi,
- Menarik perhatian,
- Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran,
- Mengaktifkan siswa dalam belajar dan
- Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.
F. Kesimpulan
Media
adalah sesuatu berupa peralatan yang dapat dipakai dan dimanfaatkan untuk
merangsang perkembangan dari berbagai aspek baik itu fisik. Motoric,
social,emosi kognitif, kreatifitas dan bahasa sehingga mampu mendorong dan
memudahkan terjadinya proses belajar mengajar. Sehinga pesan yang ingin
disampaikan dapat diterima baik oleh penerima pesan melalui media yang
digunakan. Dalam melaksanakn proses layanan Bimbingan dan Konseling juga
membutuhkan media sehingga dapat membantu dan mempermudah para konselor dalam
pelaksaan Layanan BK.
Media dalam bimbingan dan konseling sebagai hal
yang digunakan menjadi perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor)
melaksanakan berbagai kegiatan BK, namun dalam perkembangan media BK
tidak sebatas untuk perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor)
melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan konseling, tetapi memiliki makna
lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan dalam pelaksanaan
program BK
Komentar
Posting Komentar